Manfaat Memelihara Hewan

Selamat pagi kawan-kawanku semua. Setelah posting aku semalem, aku jadi punya motivasi baru, yaitu “KEEP MOVING ON” 🙂 hehehe. Sedih memang kehilangan sahabat terbaik, tapi life must go on kan? Dan kita juga ga harus stuck disitu bukan? Nah, di pagi yang cerah ini, aku pengen share nih apa aja sih manfaat kita memelihara hewan peliharaan? Selain jadi sahabat seperti kata aku di post kemaren, ada lho penelitiannya tentang kenapa harus pelihara hewan. Penasaran? Simak baik-baik ya kawan.. Baca lebih lanjut

Iklan

Cinta, Lagi dan Lagi

Hohohoho #ketawa ala santa#, hmm ngobrolin soal cinta emang ga ada abisnya yah gan 🙂 nah, aku disini mau ngepost soal yang berbau Merah Jambu nih, yap Cinta.. Cekidot guys 🙂

Setelah melihat beberapa berita duka belakangan ini, aku jadi berpikir apa sih CINTA itu? Kata temen – temen dan pacar aku cinta itu “bla.. bla. bla.. (kalian bisa baca sendiri di sini). Dan setelah aku berfikir apa sih cinta itu, aku jadi tau kalo “Cinta itu ga perlu untuk terlihat, gak perlu untuk didengar, tapi untuk dirasakan, diresapi”. Tapi apakah kalian tau hasil dari cinta? Pasti banyak diantara kalian berfikir bahwa hasil dari cinta itu adalah kesenangan, kegembiraan, semangat, berbunga bunga, dan lain sebagainya. Menurut aku, yang kalian rasakan itu tadi adalah hasil dari proses saat kita saling mencintai dan dicintai. Nah lho, pasti kalian semua tanya apa sih hasil dari cinta sesungguhnya? Hasil dari cinta sesungguhnya adalah kesedihan, kekecewaan. Bingung? Gini deh, aku kasih kalian gambaran singkat yah kenapa aku bisa nulis seperti itu.

 

Contoh 1 :

Ada seorang cowok & cewek yang sedang dilanda cinta. Cowok bernama Bambang, yang cewek bernama Tuti. Nah, si Bambang ini punya selingkuhan bernama Rera. Nah, inilah yang aku bilang kisah cinta yang dangkal. Karena cinta pasangan kita masih terlalu dangkal kepada kita. Nah, kalo kayak gini apa yang kalian lakukan? Nangis bombay? 🙂

Jadi hasil dari cinta si Bambang dan Tuti adalah KEKECEWAAN, patah hati dll.

 

Contoh 2 :

Ada seorang cowok & cewek yang sedang dilanda cinta. Cowok bernama Bambang, yang cewek bernama Tuti. Nah, tiap hari dengan setia si Bambang ini nganter pacarnya si Tuti ke kantor, bahkan saat sorepun dia tetap setia menjemput pacarnya ini. Namun, pada suatu saat si Bambang ini kecelakaan saat perjalanan menjemput Tuti dan sempat dilarikan ke sebuah rumah sakit. Tutipun yang tau kejadian itu langsung meluncur ke rumah sakit tempat Bambang dirawat. Tapi apa, Bambang menghembuskan nafas terakhir tepat dipelukan si Tuti. Inilah kisah cinta yang dalam, karena pasangan kita rela melakukan apa saja bahkan hingga mengorbankan jiwanya demi orang yang dia cintai. Jika kalian jadi si Tuti apa yang kalian lakukan? Teriak? Gak terima dengan ketentuan Tuhan? Nangis nangis bombay? 🙂 Hasil dari kisah cinta ini gak lain adalah KESEDIHAN.

 

Masi bingung apa hasil dari cinta itu? Itulah hidup, “ada hitam, ada putih ; ada baik, ada jahat ; ada pertemuan, juga pasti ada perpisahan”. Banyak quote – quote yang aku dapet darisejumlah film soal, cinta salah satunya gini nih “cinta itu kadang nyenengin banget, tapi juga bisa sangat nyakitin”, Nadine (Realita Cinta & Rock n Roll). Tapi menurut aku sih, coba deh kalian nikmatin proses mencintai dan dicintai pasangan kalian sebelum kalian ga sempet lagi ucapkan “aku cinta kamu” ke pasangan kalian, jaga baik – baik pasangan kalian dan juga jaga cinta kalian semoga kalian ga akan pernah terjebak oleh cinta yang dangkal, dan jangan pernah takut akan cinta. Karena cinta adalah gejala alami yang bakal kalian semua alami.

Jadi jika kalian merasa cinta kepada seseorang, jangan pernah takut untuk mengungkapkan perasaan kalian. Walau mengungkapkan perasaan itu ga semudah kalian ngeluarin kentut, tapi kalian harus ungkapin perasaan itu. Daripada kalian memendam perasaan begitu lama yang nantinya bakal sakit hati sendiri kan mending kalian ungkapin aja.

 

Hmm, sepertinya ada yang kurang nih. Apa yah?

Oiya, aku nulis panjang lebar gini tapi aku sendiri belum bilang cinta ke pacar aku, “Sayangku, Sukmaniar Hanatovani, aku cinta kamu bie. From start till the end of my life. Miss you sayangku..” 🙂

Thats all from me guys 🙂 So, abis kalian baca post ini jangan berfikir negatif yah soal cinta kalian. Nikmatin aja prosesnya sebelum kalian merasakan hasil dari proses cinta kalian. Semoga kita semua gak akan merasakan cinta yang dangkal 🙂 amiin…

See ya in my next post guys..

Kenapa Selalu Dikaitkan dengan Angka?

Yap, kenapa yah selama kita hidup selalu dikaitkan dengan angka, peringkat, materi, nilai akademik/IP, kuliah dimana, sekolah dimana, dll yang berhubungan dengan keduniawian? #beuh… -.-“#. Tapi gimana dengan aspek moralnya? Budaya? Estetika? Agama? Sopan santun? Kemana itu semua, kok gak kalian tanyakan? Hmm, ini yang bikin sifat kepo akut aku ga bakal sembuh-sembuh. Aku heran yah sama banyak orang didunia ini kalo ketemu dengan teman atau relasinya pasti tanya soal pendidikan anak, pekerjaan, gimana nilai rapor/IP anak, tempat tinggal (yang secara ga langsung rumah mencerminkan isi dompet kalian). Emang penting yah itu-itu semua? Emang harus bibit & bobot doang yang kalian cari? Emang hanya duniawi yang kalian cari? Apa hanya nilai-nilai semu di rapor yang kalian lihat? Tapi gimana dengan bagaimana tingkah polahnya? Gimana sopan santunnya? Gimana keagamannya? Gimana moralnya? Apa itu ga penting?

Kalo menurut aku pribadi sih, nilai agama, ilmu dan seni adalah hal yang paling utama buat kita hidup ini. Ketiga karakter ini ga bisa dipisahkan, karena kalo dipisahkan akan menjadi seseorang dengan nilai dominan didirinya yang nantinya seseorang tersebut tidak akan bisa menemukan keseimbangan dalam hidupnya. Mengapa ketiga karakter ini tak bisa terpisahkan? Karena tiga karakter inilah yang bisa membentuk manusia yang lebih baik. mari lihat penjelasan aku berikut ini :

  1. Nilai Agama. Dengan beragama, kita diajarkan nilai-nilai tentang ketuhanan serta diajarkan pula nilai-nilai moral kepada semua mahluk hidupNya. Agama bila tak diiringi oleh ilmu akan menghasilkan suatu aliran keagamaan yang sangat fanatik yang menghalalkan kekerasan dalam mewujudkan agamanya.
  2. Nilai Ilmu. Dengan ilmu kita dapat menjadi manusia dengan lebih baik lagi, kita bisa menciptakan penemuan-penemuan yang mempermudah kegiatan umat manusia. Namun bila tanpa didasari dengan agama, ilmu akan menjadi sangat absurd & bila ilmu tidak didampingi oleh nilai seni maka ilmu tersebut tak akan bisa laris diterima masyarakat.
  3. Nilai Seni. Yap, dengan seni akan membuat hidup kita semakin indah dengan segala perpaduan warna dan nada yang kita dengar dimuka bumi ini. Namun kalo seni tak didasari oleh agama, maka seni akan menyimpang dari nilai seni yang sesungguhnya (contoh : pornografi, dll). Dan kalo seni tak didasari oleh ilmu maka seni itu tidak akan pernah berkembang menjadi bentuk seni yang lainnya.

Jadi apakah kalian ini sudah mengerti mengapa ketiga aspek pembentuk ini sangat erat hubungannya dan tidak bisa terpisahkan? Semoga dengan artikel post ini kalian semua para bloggers bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi #amiin..#. See ya then guys 🙂

Energi “Kasih”

Kata “ kasih”, terdiri dari 5 huruf yang berbeda. Kemudian digabung menjadi satu kata yang indah, serta semua orang selalu merindukan. Bukan terhadap kata yang tertulis, tetapi kepada makna yang terkandung didalam kata “kasih”. Banyak kata yang terdiri dari 5 huruf. Namun, makna yang ada didalam kata, tidak ada yang lebih indah, dan lebih dalam, dibandingkan dengan kata “kasih”. Mengapa?
Hal itu, karena kata “ kasih”, merupakan induk dari seluruh “rasa”. Disamping mewakili puncak dari seluruh rasa, juga karena yang membawa “ kasih”, adalah seorang ibu sebagai lambang kelembutan, perhatian, kasih sayang, ketegaran, cinta, perjuangan, dan lain-lain. Juga, mengandung arti bahwa “ kasih”, adalah merupakan karakter dari Tuhan  terhadap sesama, yang selalu Maha Kasih.

Kenapa didalam kasih ada energi? Hal ini karena, semua kata merupakan rangkaian dari huruf. Sedangkan huruf sendiri, adalah merupakan lambang, atau semiotika. Adapun masing-masing huruf, tentu mengandung makna, yang meliputi : bunyi atau suara, makna, tinggi rendahnya nada, karakter, locus atau tempat.  Bunyi atau suara, adalah merupakan energi yang memancarkan gelombang transversal. Jika suara bukan energi, tentu kita tidak akan bisa mendengarkan radio, telephone, melihat televisi, dan lainnya. Begitu pula terhadap kata “ kasih”, yang diawali dengan konsonan  “ k” , 3 huruf vocal, dan diakhiri dengan konsonan “ h”.

Tinjauan secara metafisika, huruf konsonan awal, mengandung arti “ dasar” atau landasan, yang melambangkan “ kokoh dan kuat”( seluruh kata yang berawal huruf “ k”). Sedang konsonan akhir “ h” adalah merupakan tujuan akhir melambangkan “ hasil akhir, harta, hidup, hakiki, dan hampa( seluruh kata yang berakhiran dengan konsonan “ h”). Sedang 3 huruf vokal yang berada ditengah adalah ” ASI “, merupakan singkatan dari : Aku Sayang Ibu. Jadi, bila arti seluruh huruf itu digandeng, memiliki  arti bahwa ; dengan landasan yang kuat serta menyayangi ibu, maka akan mendapatkan hasil akhir yang sempurna“. Dari sini saya menarik kesimpulan, bahwa segala sesuatu pikiran, perbuatan, dan seluruh karya seseorang, harus dimulai dengan konsep dasar yang kokoh, dan kuat. Karena, konsep dasar merupakan akar pohon didalam tanaman. Sedangkan tujuan akhir  dari tanaman, adalah buah, untuk memberikan manfaat pada orang yang membutuhkan. Kenapa saya melambangkan dengan pohon? Karena didalam pohon atau tanaman, juga tidak lepas dari 5 unsur, meliputi:
 1. Akar tanaman, yang merupakan penunjang dari kehidupan, dan tegaknya pohon, mencari dan  membagi makanan yang didapat dari tanah ;
2. Batang, merupakan raga untuk tempat menempel, dari dahan dan ranting ;
3. Dahan dan ranting , tempat untuk tumbuhnya daun, bunga, dan buah.
4. Daun ( untuk pembakaran dan pernafasan pohon) ;
5. Bunga dan buah yang merupakan hasil akhir.
Selanjutnya, bila kata “ kasih” dikaitkan dengan sebuah lagu, juga tidak terlepas dari notasi, atau tangga nada. Walaupun jumlah tangga nada jumlahnya ada 7 lambang,  yakni 1; 2; 3; 4; 5; 6; 7,  serta 12 tangga nada yakni :G ; Ab ; A ; Bb ; B ; C ; C# ; D ; Eb ; E ; F ; F#  namun didalam pemakaian notasi dalam 1 baris lagu, tidak akan lebih dari 5 tangga nada yang berbeda ( bagi yang mengenal musik, ini bisa dibuktikan sendiri). Kenapa ini bisa terjadi? Apakah merupakan kebetulan? Tidak! Sebab, semua yang ada didunia, tidak akan lepas dari 5 huruf, yang merupakan jumlah lambang energi yang dibutuhkan makhluk hidup. Yakni : Air, api, angin atau udara, tanah dan tanaman. Dan apakah juga merupakan kebetulan bila kata : dunia, Tuhan, Allah, harta, cinta, kasih, dukun, ustad, ulama, kafir, sesat, setan, iblis, suami, istri, sehat, sakit, benar, salah, dan sebagainya. Ini sekedar tinjauan dari bahasa yang dipakai secara umum oleh masyarakat Indonesia.
Apabila penggabungan 5 energi tidak tepat, dan tidak sesuai dengan energi yang dibutuhkan manusia, maka akan terjadi suatu keadaan, yang merupakan pembalikan energi kedalam diri manusia itu sendiri. Dan akibatnya, 5 energi yang dikumpulkan akan membahayakan pada diri manusia, baik “lahir” maupun “batin” ( juga terdiri dari 5 huruf). Serta, manusia akan mengalami keadaan yang negatif, yang dilambangkan dengan kata “ sakit, susah, kacau, marah, sedih, ruwet, lelah, cerai, putus, dan lain-lain”.
Jadi, didalam pemilihan energi yang dibutuhkan oleh manusia lahir maupun batin, adalah sangat tergantung sepenuhnya, kepada benar dan tidak, didalam susunan penggabungan energi yang dibutuhkan. Untuk itu, diperlukan suatu perencanaan yang matang, terhadap tujuan yang ingin dicapai. Serta, adakah akibat samping yang akan terjadi bila tujuan itu dicapai, dan apa jalan keluar yang akan diambil bila ada hambatan jika kita tidak mampu mengatasi. Adapun jalan yang harus dilakukan supaya pemilihan energi bisa tepat guna, dan berhasil guna yang maksimal diperlukan langkah-langkah sebagai berikut :
 1. Buah pikiran atau ide yang akan dilakukan ;
2. Perencanaan ;
3. Pelaksanaan ;
4. Pencapaian hasil( tujuan akhir) ;
5. Evaluasi.( untuk pengembangan selanjutnya).
Adapun yang menjadi pedoman, agar lima hal diatas bisa berhasil dengan baik, maka dibutuhkan pedoman didalam melaksanakannya, yaitu “ kasih” yang merupakan induk dari segala energi yang ada di alam semesta. Karena  didalam “ kasih” melambangkan watak dari “ rasa” manusia yang murni dari Tuhan, yang miniaturnya adalah berupa  karakter jiwa yang dimiliki oleh sosok seorang ” ibu”. Intinya, wujud kasih itu, adalah diri ibu itu sendiri. Sehingga, apabila kita ingin berhasil, dan penuh keselamatan didunia, maupun di akherat, adalah dengan menerapkan karakter ibu, kedalam diri manusia masing-masing. Menjadi suatu perbuatan, didalam interaksi sosial kemasyarakatan. Sehingga, gabungan 5 huruf energi yang timbul, akan serasi, selaras, dan seimbang. Bagaikan sebuah lagu yang indah, yang bisa dirasakan dengan jiwa penuh keindahan pula. Jika didalam menggabungkan 5 unsur energi itu tidak sesuai, maka akan berakibat terhadap lagu yang dinyanyikan akan fals. Serta tidak enak didengar. Dan, akan mengakibatkan energi yang dikeluarkan malah terbalik, menyerang diri manusia itu sendiri.
Begitu pula halnya didalam menjalani agama. Jika didalam memahami, dan menerapkan dengan  tepat, seperti didalam memilih tangga nada yang akan dipakai, maka lagu yang didengar akan indah. Serta menyejukkan, membahagiakan bagi dirinya, maupun orang lain. Sebaliknya, jika kita belum pengalaman, dan belum pernah belajar musik lalu disuruh menyanyi, maka suara yang muncul tidak enak didengar. Malahan, dapat menyakitkan hati, dan telinga orang yang menikmati lagu itu.
 Itulah agama, bisa membuat ketenangan, dan ketentraman, serta kedamaian bagi para penganutnya. Atau sebaliknya, dapat membuat kerusakan, dan kekacauan. Baik bagi para penganutnya, maupun bagi orang lain yang terkena imbasnya. Ringkasnya, semua hal yang ada, tidak akan lepas dari suatu proses belajar, berpikir, dan memahami. Kemudian, melaksanakan apa yang didapat, dengan mengacu pada energi makna, yang terdapat didalam “energi kasih”.