Kisah Hidupku

Udah berapa bulan yah blog ini ga aku update 🙂 hihihi, bukan karna aku males atau apa sih, cuman lagi banyak kerjaan ma tugas nih jadi waktu udah kesita banget 😀 (sengaja biar kallian tauk kalo aku bener2 sibuk :D).

Hmm, niwey aku pengen curhat nih soal hidup aku.. Yah moga moga bisa ngaasih pencerahan seh bagi yang baca :D. Okey, aku mulai dari mana yah? 😉
Aku, aku lahir disebuah Rumah Sakit di kota Pasuruan pada tanggal 15 Desember, 21 tahun yang lalu. Masa kecilku seperti kebanyakan anak anak lain, disayang, diperhatiin, de el el. Tiga tahun stelah itu aku mulai masuk ke Playgroup 🙂 #okeh, kalau ceritanya aku mulai dari sini kalian bakal jereng baca nih cerita 😀 😀 so, aku skip pas SMA aja yah :)#. Lulus dari SMP favorit di kota Pasuruan aku langsung menuju ke SMAN 1. Tiga tahun aku duduk dibangku SMA, kegelisahan mulai merambah sekujur tubuhku, “akan kemanakah diriku esok?”. Aku yang saat itu telah sukses menempuh UN SMA dengan hasil yang lumayan (FYI, nilai UN aku ga ancur banget bo’, 49,10 itu fantastis :D). Banyak cita-cita dan mimpi mulai menggelayuti pikiranku, “kuliah atau kerja?”. Aku berpikir, “kalaupun aku bakal ambil kerja, aku bakal kerja apaan dengan notabene ijazah SMA? Dan kalau aku ambil kuliah, aku bakal ambil jurusan apa? Apa jurusan yang aku pilih punya prediksi baik ga buat kedepannya?”. Saat itupun aku bingung kmana kaki ini akan melangkah. Kemana ragaku ini akan menuju.

 

Namun, setelah beberapa waktu aku mulai menemukan setitik harapan atas semua pertanyaan pertanyaan yang slama ini menggelayuti pikiran aku. Namun, lagi lagi aku harus dihadepin dengan pilihan yang cukup berat, ngikut AKPPOL atau kuliah di Univ di daerah bandung, aku udah ngotot buat ambil kuliah itu cz kapan lagi bisa masuk kuliah tanpa tes dan tinggal masuk doang. Tapi ortuku ga ngijinin aku buat masuk kesana, karna tuntutan biaya hidup kata mereka, and well aku nurut aja sama mereka toh mungkin mereka punya pilihan yang baik buat aku.
Dan apa yang terjadi, aku gagal masuk ke Akpol guys plus univ yang mau aku tuju di Bandung itupun udah nutup daftar ulangnya 😦 aku mulai bimbang lagi, kemana aku akan berdiri dengan kakiku sendiri? Sempet ikut tes Mandiri (FYI yah gan, tes mandiri itu adalah tes setelah SMNPTN dan dengan biaya SPP lebih mahal dari yang ketrima via SMNPTN) di suatu Univ di Malang, dan GAGAL !! Akupun kembali meratap hidupku yang ternyata mulai kerasa berat. Tawaran kembali datang dari temenku buat masuk ke ST*** di daerah Malang  juga, namun ibuku kurang setuju entah karena masalah apa dan akhirnya akupun ga ambil tawaran temenku itu. Hidupku semakin keras kurasain setelah apa yang aku cita-citain dan aku impiin ga bisa kewujud. Aku kembali mencari sebongkah harapan bertuliskan “LOWONGAN” di internet, koran, majalah dan dari temen-temen aku.

 

Semua tes dimiliter aku jalani, mulai dari Akpol 2010 (gagal), Bintara Pol 2010 (gagal), Bintara AL 2011 (gagal), Akpol 2011 (gagal),  STPI 2011 (gagal), Bintara Pol 2012 (gagal). Segitu banyak duit, tenanga, harapan yang udah aku keluarin namun masih pulang dengan tangan hampa. Aku malu, aku malu dengan diriku, aku malu dengan semua canda tawa yang slama ini menghiasi hariku. Berulang kali aku mencoba untuk mengakhiri penderitaan ini, aku pernah menjadi seorang penjual es krim yang akhirnya ga dibolehin ma ortu, pernah juga kerja di sebuah kantor asuransi dan jugaa dimarahin ma ortu. Aku bingung, harus kerja apa diriku ini. Apakah masa depan, cita-cita dan impianku hanya sekadar mimpi indah di siang bolong bagiku? Sepertinya berbuat nekat dan nentang ortu harus aku lakuin kali ini, bukan untuk bermaksud jelek tapi untuk meraih semua harapan dan impianku yang slama ini slalu mereka kubur dariku.

 

“Memang terkadang cita-cita dan harapan ga slamanya berbanding lurus dengan kenyataan. Tapi aku percaya firman Tuhan bahwa Dia tak akan merubah nasib suatu kaum kalau mereka tidak mengubah nasibnya sendiri” – Ryonee 🙂

Iklan

Pengorbanan seorang ayah

Hi guys, ni post pertamaqu nih 😀 hahaha..

Ni qu punya cerita.. Ada seorang anak & bapak yang akan melakukan operasi mata di sebuah RS Mata tekenal di sebuah kota besar. Lalu setelah menjalani sejumlah medichal check-up ternyata anak tersebut ga bisa dioperasi karna ada sesuatu dimatanya yang ga memungkinkan untuk penanganan operasi.

Sang ayah akhirnya bilang kepada anaknya, “Nak, jangan kecil hati yah. Pasti ada jalan keluar kok. Ayah mau nemuin dokter dulu yah, mau bicara lebih detil”. “iyah pah”, jawab sang anak dengan rasa kecewa.

So, sang ayah nemuin dokter tersebut didalem ruangannya. Anak itu menunggu dengan rasa kesal & kecewa. Tak lama ayah & dokter itupun keluar, “Nak ayo masuk. Tadi ada masalah dengan check-up kamu & sekarang kamu mau di check lagi untuk persiapan operasi”, kata sang ayah dengan penuh senyuman. Anak tersebut bangkit dari kursinya dan langsung masuk keruangan dokter tersebut.

Tiba saatnya hari pengoprasian anak itu, dengan semangat anak itu masuk ke ruang operasi sambil bilang “pah, ntar lagi qu bisa liat lagi”. Iya nak, lancar yah operasinya” sahut sang ayah.

Sebulan kemudian, “akhirnya qu bisa lihat lagi pah”. “iya nak”, jawab sang ayah dengan rasa senang pula. Namun stelah melihat sang anak malah menjadi seorang yang sangat nakal, sering berbohong, bolos sekolah, sering melawan orang tua. Hal ini membuat orang tua itu menjadi sangat kecewa, akhirnya ia bercerita kepada istrinya sambil terisak, “Aku dulu merasa sudah ga butuh mata ni lagi mah, soalnya aku uda tua, jadi buat apa aku punya penglihatan bagus tapi anakku ga bisa lihat, akhirnya aku berunding dengan dokter agar melakukan transpalasi mata. Tapi… Aku menyesal telah memberikan mataku kepada anakku mah, kalau ternyata dia kelakuannya seperti ini”. “jadi bapak mendonorkan mata papah?” tanya sang ibu sambil menangis. “iyah mah” jawab suami itu singkat sambil berusaha menenangkan istrinya.

Ternyata anak tersebut mendengar pembicara papah & mamahnya. Dia menangis mendengarkannya, sambil menahan air matanya yang terus mengalir, ia berjanji pada diri sendiri bahwa dia akan membahagiakan orang tuanya lagi & ga mau mengecewakan mereka lagi. “aku ga pengen jadi alasan air mata di mata mereka” kata sang anak dalam hati.

So, apa pelajaran dari cerita tersebut yang bisa qta ambil? 🙂

Kataqu sih, “ayah adalah sosok yang sangat pendiam & tegar,  dia akan melakukan yang terbaik buat anaknya tanpa sepengetahuan yang lainnya. Dan kau takkan pernah tau pengorbanan ayahmu sebelum kamu melihat / mendengarkannya sendiri”