Pembagian Harta Waris Islam (chapter 1)

Malem teman-teman. Ini aku mau sedikit share tentang ilmu perkuliahan aku nih. Yaa, kali aja ada manfaatnya🙂

Oiya, pasti bingung kenapa aku bikin chapter-chapter gitu? Soalnya, belajar ilmu ini gampang-gampang susah. Nah, aku bikin chapter-chapter supaya kalian ngerti agak mendalam biar ga salah ngitung nantinya😀 hahahaha

Warisan

Pasti kalian pada pusing kan kalo uda nyangkut masalah harta warisan. Nah, aku bakal ngasih beberapa trik membagi harta warisan sesuai hukum Islam. Dan mengapa aku pilih dasar hukum Islam? Karena pertama, mayoritas warga Indonesia adalah Islam ; kedua, banyak warga Indonesia sendiri yang kurang tau gimana cara pembagian warisan itu sendiri ; ketiga, biar kalian ga di bodoh-bodohin gara-gara ga tau gimana cara membaginya😀 hehehe. Oke deh, daripada lama intermezzo mending cuuss ke isi dari judul aku.

Yang pertama, kalian harus ngerti apa sih beda warisan, ahli waris, & pewaris itu. Warisan adalah harta benda yang ditinggalkan / diwasiatkan kepada ahli waris & harta tersebut berlaku apabila si pewaris telah meninggal. Sedangkan ahli waris adalah orang-orang yang berhak menerima warisan tersebut. Dan yang terakhir adalah pewaris, yaitu orang yang mewariskan / mewasiatkan harta bendanya kepada ahli waris saat ia meninggal kelak. Selain harta waris, ada juga pemberian seseorang yang disebut dengan hibah. Apa itu hibah? Hibah adalah pemberian seseorang kepada orang lain untuk digunakan / dimiliki dan berlaku saat si pemberi masih hidup. Nah, sampe sini uda pada ngerti kan?🙂
Aku juga bakal jelasin sedikit ya, sebelum kita bahas siapa aja ahli waris itu. Sebenarnya dalam hukum waris Islam itu gak ada yang namanya anak angkat maupun istri siri. Dan itu juga telah diakui ileh MA bahwa memang kedua subjek tersebut tidak berhak mendapat harta warisan. Tapi, inget ya ada tapinya ini. Tapi, untuk menghargai segala sopan santun, budi baik anak angkat ataupun istri siri, maka diputuskanlah bagian bagi mereka yang bernama wasiat wajibah. Apa itu wasiat wajibah? Wasiat wahibah adalah warisan kepada dua subjek diatas atau salah satu sebagai bentuk terimakasih & kasih sayang si pewaris. Dan masalah besarnya jumlah warisan ini tergantung permintaan pewaris (wasiat) dan atau persetujuan ahli waris lainnya. Sampai sini, ada yang perlu ditanyakan teman-teman? Kalo ada monggo di coment, dan sampai ketemu di chapter 2 tentang siapa aja ahli waris itu🙂

Tinggalkan Kicauan anda disini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s